Aien Hisyam

– hidup adalah tempat belajar –

Mony Suriany

Air Mata Di Keringat Tubuh


 

But something bad happened.” Mony menerawang 3 tahun silam. Ia terhempas dalam depresi berat, di negeri orang, dan seorang diri.

 

Jatuh bangun Mony berjuang supaya  tegar. Toh ia tak kuat juga.

“Mama telepon, ‘Ny, kamu pulang saja ke Indonesia.’,” kenang Mony.

Ditemani sepupunya, Mony mencari ketenangan di Sydney-Australia selama 2 bulan. Awalnya, ia akan ke Tibet. tetapi perjalanan dibatalkan.

Benar saja. “Kita tidak pernah menduga apa yang terjadi esok hari. Hidup saya dijungkir balikkan. Sekarang, saya dapatkan kenikmatan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya,” ungkap Mony.

Sendiri Di Negeri Orang

Lulus SMA, Mony ke Indiana-Amerika. Kuliah di Indiana University hingga meraih gelar Bachelor of Sciences, Accounting and Finance. Tiga tahun kemudian ia bergelar Master of Business Administration.

“Hidup saya memang enak. Lulus kuliah kerja di GE (General Electric),” kata Novi.

Tahun pertama kerja, Mony tingal di Barrington sebagai Marketing Analyst. Berturut-turut ia di pindah tugaskan ke Stamford, Fairfield, Danbury, New York, dan terakhir di Chicago.

“Pertama-tama excited banget. Saya merasa jadi orang yang sangat beruntung. Pendapatan juga lumayan. Tapi lama-lama kerja bikin saya stres. Apalagi, saya cewek minority, orang Asia juga. Kalau orang hanya kerja 8 jam sehari, saya harus kerja double. Yang ada jadi over work,” kata Mony.

Di negeri orang, Mony sendirian. Stres sendiri, sedih sendiri, happy sendiri, apa-apa sendiri. “Kalau mau kaya gampang saja. Tapi saya berpikir, apa itu yang saya cari selama ini?”  Dalam kesendirian Mony merenung. Ia telusuri jalan kota Philadelphia yang dingin. Ia singgah di Bikram  Yoga.

Tahun 2001 Mony mulai coba-coba yoga.

“Bikram Yoga ini beda. Benar-benar physical dengan 26 gerakan. Ruangan panas berkisar 42 derajat,” terang Mony.

Pertama kali masuk ruang yoga yang panas, “Saya langsung suka. Saya tidak mau cari yang gampang-gampang saja,” kata Mony. Ia tidak merasa ‘sendiri’ lagi.

Cobaan Di Tahun Yang Sama

Ketika Chicago diselimuti musim dingin, awal tahun 2003, Mony hendak menyeberang jalan raya sepanjang 4 lines. Belum selesai kakinya menapak pedestrian, mobil melaju kencang. Tubuhnya melayang ke udara dan terhempas di atas kap mesin. Untung saja ia ‘hanya’ jatuh setengah duduk.

Mony mengalami retak tulang bahu 1,5 sentimeter. Mony keukeuh tidak mau operasi. Ada keyakinan ia bisa sembuh lewat hot yoga.

“Mau tak mau saya harus memaksa menggerakkan lenganku sampai bisa bergerak. Lagi pula ruangan yang panas bisa menghangatkan tulangku,” kata Mony.

Di tahun yang sama Mony menikah dengan pria yang sudah 12 tahun jadi pacarnya. Ironis, pernikahan itu hanya berlangsung 6 bulan saja. Mony syok melihat suaminya berselingkuh.

“Saya berada di titik zero. Depresi berat. Bayangkan, di negeri orang, saya sendirian mengalami hal berat ini,” kata Mony.

Mony melepas kariernya, pulang ke Indonesia. Ia gambarkan kondisinya yang sangat memprihatinkan. Mony yang cerdas, enerjik, dan metropolis, tiba-tiba menjadi wanita yang sangat menyedihkan.

Mulai Fall In Love

Di Sydney –saat menenangkan diri- Mony iseng masuk ke kelas Bikram Yoga.

“Padahal, saya sudah stop lama. Setelah itu justru jadi fall in love. Berkat hot yoga saya tidak depresi lagi. Tulang bahu juga makin membaik,” ujar Mony.

Hampir setiap hari Mony hot yoga. Gerakan-gerakannya yang lentur dan gemulai bahkan  menarik hati pemilik Bikram Yoga.

“Saya bilang kalau saya sebenarnya guru. Di LA saya sempat ikut training instruktur 3 bulan,” ujar Mony.

Sayangnya tawaran jadi menejer Bikram Yoga di Sydney tidak bisa dipenuhi. Visa Mony hanya berlaku 2 bulan saja. Singgah di Singapore lagi-lagi Mony mencuri perhatian pemilik Bikram Yoga Singapore. Ia bahkan mau dikontrak 1 tahun untuk mengelola Bikram Yoga Bangkok.

“Lama-lama saya mikir, kenapa saya tidak buka sendiri di Jakarta, bukan kerja dengan orang lain. Dari situ timbul semangat lagi,” ucap Mony dengan mata berbinar.

Sempat ia ditentang Ibunya.

“Saya yakinkan bahwa saya mau kerja 100%,” ujar Mony optimis Berkat pengalaman mengajar di beberapa tempat, ditambah rekomendasi dari guru-gurunya, Yoga@42 Bikram Yoga Studio buka Januari 2005. Hanya 4 bulan sejak kedatangan Mony di Indonesia.

Hari pertama buka Mony menerima 2 orang murid.

“Saya tidak pernah pakai marketing. Akhirnya berkembang pelan-pelan. Bulan kedua masuk televisi terus masuk majalah dan begitu seterusnya. Sekarang setelah 2 tahun, muridnya sudah ratusan,” ujar Mony bangga.

Investasi Organ Tubuh

Kesehatan, kata Mony, adalah investasi jangka panjang.

“Saya 2 tahun kerja, tapi tidak pernah sakit. Padahal dari pagi sampai malam. Padahal kelemahan saya, saya suka makan junk food dan gorengan. Tidak ada pantangan. Bukankah kita mau menikmati hidup,”  kata wanita berkulit putih dan tubuh langsing ini sambil tersenyum.

Kalau organ-organ tubuh bekerja dengan baik, “yang mana nutrisi dia tahan, yang racun-racun diproses dan dikeluarin, tubuh akan selalu sehat.”

“Kita punya investasi di bank. Tapi kita tidak pernah inves di body kita. Bukannya ikut hot yoga hanya karena ingin kurus. Itu memang iya, tapi hanya untuk jangka pendek. Pikirkan yang jangka panjangnya. Dengan hot yoga, semua organ tubuh bisa bekerja dengan baik sampai usia kita 70 tahun,” ucap Mony tegas.

“Tapi kalau kita tidak olah raga,” sesaat Mony terdiam, “10 tahun kemudian tidak apa-apa, atau 20 tahun kemudian baru terasa sedikit-sedikit. Setelah 30 tahun sudah mulai deh organ-organnya tidak bekerja baik. Efeknya memang tidak selalu kelihatan.”

Hot yoga ini hanya terdiri dari 26 gerakan.

“Gerakan dilakukan dua kali dalam kurun waktu satu setangah jam. Ruangan berkisar 38-42 derajat celcius untuk merangsang keringat dan membantu proses detosifikasi,” terang Mony.

Ruang yoga yang panas menjadi bagian efek terapi. Otot-otot jadi lentur, memperkuat jantung serta membantu pembakaran lemak dalam tubuh. Bisa memperbaiki tulang belakang, memperlancar sirkulasi darah, oksigen dan pernafasan. Yang juga bermanfaat adalah menghilangkan stres, rasa cemas dan meningkatkandaya kekebalan tubuh.

Aien Hisyam

*wawancara 18 Januari 2007*

June 21, 2013 - Posted by | Profil Olahragawati, Profil Pakar Kecantikan, Profil Wanita

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: