Aien Hisyam

– hidup adalah tempat belajar –

Mella Noviani

Keputusan Di Puncak Karir

Ketika memutuskan menjadi Wedding Planner, Mella hanya berbekal keahliannya membantu teman-temannya menata dekorasi pernikahan. Kini di bawah bendera Seven Heaven, ia menjadi salah satu perancang pernikahan tersukses di Jakarta.

Sejak kecil, Mella selalu bercita-cita menjadi insinyur pertanian. Tak pernah terlintas dalam impiannya menjadi pekerja di bidang seni. Tapi, ‘sejak kecil saya sudah senang menata. Kalau ada pernikahan, saya suka bantuin,’ kenang Mella.

Lulus sekolah, Mella justru melanjutkan kuliah, mengambil jurusan banking finance. Satu pilihan yang bertolak belakang dengan cita-citanya menjadi insinyur.

“Setelah lulus, saya malah kerja di perkebunan kelapa sawit. Semakin jauh ‘kan dari pekerjaanku sekarang,’ ujar Mella tertawa lepas.

Di kantornya yang tenang, Mella pun bercerita tentang perjalanan hidupnya yang naik turun. Katanya, pengalaman hidup justru membuatnya kian matang dan kuat.

Ilmu Dari ‘Kelapa Sawit’

Sudah menjadi pilihan yang bulat bagi Mella, untuk bekerja di perkebunan. Ia lebih memilih kata hatinya, meski saat itu orangtuanya bersikeras agar Mella bekerja di kantor perbankan. Atau, kata wanita asal Palembang ini, kantor yang lebih ‘wanita’.

“Sebenarnya tidak jauh-jauh amat dengan kegiatan saya waktu SMP dan SMA. Dulu saya itu tomboi sekali. Suka heking dan kemping,” katanya, ceria.

Mella pun merasa bahagia meski harus bekerja di dalam hutan kelapa sawit di daerah Bengkulu. Ia tidak risih berada di tengah-tengah pekerja laki-laki. Justru ia sangat menikmati perannya sebagai pekerja lapangan.

Selain itu, Mella juga bekerja di perusahaan penyuplai barang-barang untuk angkatan darat. Lagi-lagi, wanita anggun ini harus berhubungan dengan mayoritas pekerja laki-laki.

“Bekerja di wilayah yang keras, maka kita juga harus kuat. Saya tidak pernah merasa diri saya perempuan. Dengan begitu, pekerjaan apapun akan saya lakukan, sama seperti pekerja laki-laki lainnya. Kita jadi tidak cengeng. Kerja keras kalau kita tidak mencinta, memang berhasil, tapi pasti ada rasa capeknya,” kata ibu satu putra ini.

Walaupun waktunya banyak tersita di luar kota, Mella masih meluangkan waktunya membantu teman-temannya mendekor. Ia ingin mendapat ‘hiburan’ di tengah-tengah kesibukannya yang sangat menyita.

“Banyak temanku yang sampai tidak enak karena saya bantu mendekor ruangannya, bunga-bunganya, dan sebagainya. Padahal aku tidak apa-apa,” kata Mella, senang.

Berawal Protes Anak

Suatu hari, anak semata wayang Mella protes. Ia menuntut Mella untuk lebih ‘memikirkan’ keluarga dibandingkan urusan pekerjaan.

“Saat itulah saya berdoa,” ungkap Mella. Sesaat itu tertegun dan menghela nafas panjang. “Saya merasa, ternyata selama ini waktu saya sudah habis terbuang begitu saja. Saya jadi ingin kerja yang masih bisa dekat dan kontrol anak. Dan itu (ide menjadi wedding planner) terjadi begitu saja dan langsung tercipta.”

Cukup lama Mella merenung dan berpikir. Ia menghadapi satu dilema besar. Disaat karirnya sudah berada di atas, ia harus melepas semua jerih payah yang telah iarintis puluhan tahun lamanya.

”Sampai 5 tahun saya berpikir. Kalau kita sudah di atas, untuk melepas profesi kita, kita mulai dari nol. Kecuali kalau kita extend. Misalnya dari supplier terus kita meningkat ke batubara. Nah, beda kalau kita sudah di tahap atas jadi supplier terus ke wedding planner, itu sangat berubah,” ungkap Mella, tentang kegelisahannya.

”Tapi saya juga berpikir, kalau selamanya begini, Tuhan selalu bilang, kita ini perempuan, jangan melebihi kodrat kita sebagai wanita. Karena dengan pilihan itu pasti ada yang dikorbankan, yaitu keluarga,” ujar Mella.

Apakah itu juga menyangkut satu peristiwa, Mella tersenyum.

”Banyak peristiwa yang membuat saya berpikir. Saya sering belajar dari teman-teman. Banyak teman saya, yang perempuan diatas perempuan. Karirnya sangat tinggi, tapi urusan di rumah tidak  terlalu dipikirkan. Kurang komunikasi dengan anak dan keluarga. Itulah ketakutan terbesar saya. Akhirnya saya putuskan kembali ke ‘darat’. Maksudnya bekerja yang tidak perlu keluar kota,” ujar Mella.

Pilihan pun jatuh menjadi wedding planner.

Tempat Curhat Klien

3 tahun silam, Seven Heaven berdiri.

“Waktu Seven Heaven lahir, kita sudah punya 5 klien. Jadi saya belum sempat berpromosi dan lain sebagainya. Awalnya, yang menggunakan jasa saya teman-teman dekat. Mereka butuh sekali dibantu pernikahannya,” kata Mella.

Mella hanya punya satu keyakinan, kalau ia memberikan yang terbaik, pasti ia akan dimudahkan dalam mendapatkan rejeki.

Mella pun ingin ‘berbeda dengan wedding planner pada umumnya. “Saya selalu research, apa saja yang selalu mereka berikan pada pengantin. Kalau hanya sebatas AB, saya akan memberikan yang ABC. Niat saya yang utama adalah membantu orang, memberikan pertolongan, agar mereka bahagia. Dan pastinya di bidang ini, kita punya market masing-masing,” kata Mella.

Niat baik itu juga dilengkapi Mella dengan menggunakan anak-anak dari keluarga tidak mampu sebagai petugas saat acara pernikahan itu berlangsung. “Anak-anak dari yayasan yang saya dirikan sejak lama. Ada ratusan anak yang saya beri beasiswa. Saya juga bantu orangtuanya. Mereka banyak yang tinggal di pinggir-pinggir rel,” ujar Mella.

Menjadi Wedding Planner, diakui Mella, membuat hidupnya jadi lebih bermakna.

“Sering malam-malam. Klien telepon saya hanya untuk curhat. Mereka bilang, tidak bisa cerita kemana-mana karena takut bocor,” cerita Mella, tersenyum.

Tentu saja Mella, senang. Karena walaupun kliennya berasal dari banyak kalangan, dengan agama yang berbeda-beda, ia bahagia bisa melihat orang lain senang.

‘Setiap minggu, pasti ada satu acara pernikahan. Setiap para mempelai ini meminta maaf pada orang tuanya, disaat itulah saya selalu menangis. Jadi, di setiap pernikahan, saya selalu menangis, “ ujar Mella dengan bibir tersungging senyum.


Harus Bawa Tas ‘Ajaib’

Terinspirasi film wedding planner yang dibintangi Jenifer Lopez, Mella punya cara yang unik saat ia turun langsung ke lapangan.

“Kalau hari H, tim saya dan dari pihak vendor, masing-masing harus bawa tas ‘ajaib’. Isinya, mulai dari peniti, karet, jepit rambut, pulpen, gunting kecil., cutter, silet, dan sebagainya. Semprotan untuk muka juga harus ada. Jadi kalau ada yang mukanya benar-benar capek, langsung kita semprot, supaya fresh lagi. Saya ini orangnya sangat perfect,” kata Mella.

Pernah suatu hari, salah satu pegawainya lupa bawa cutter di dalam tasnya. ‘Padahal ada ranting yang cukup mengganggu dan harus dipotong. Itu saya marah sekali,” kenang Mella.

Mella juga sangat detail mempersiapkan pernikahan. Ia tidak hanya membuat rundown acara. Tapi juga terlibat jauh di dalamnya, seperti menjadi perantara, menjadi penengah kalau ada masalah, hingga menjadi pengingat dan penghubung antara kedua belah pihak calon mempelai melalui telepon. Cara ini yang jarang dilakukan wedding planner pada umumnya.

“Makanya, saya lebih suka disebut wedding planner. Bukan wedding organize. Kalau planner, dia akan mengurusi sampai detail-detailnya. Sampai acara tersebut selesai,” katanya.

Mella punya pertanyaan ‘pembuka’ pada setiap kliennya, sebelum kerjasama itu berjalan.

“Saat pasangan sudah memutuskan untuk menikah, pertama yang selalu saya tanya, mereka mau menikah di gedung atau hotel. Selalu pertanyaan itu. Karena setelah tahu jawabannya, kita akan lebih mudah menentukan vendor-vendor mana saja yang akan diajak kerjasama. Jadi, justru bukan tanya mau pakai baju apa dan sebagainya. Itu pertanyaan selanjutnya. Disinilah seorang wedding planner bertugas,” ujar Mella yang punya keinginan membuat buku Dinamika Wedding.

“Prinsip saya, kesenangan klien itu kepuasan kita semua,” lanjut Mella dengan senyum merekah.

Aien Hisyam

March 10, 2010 - Posted by | Profil Disainer, Profil Pengusaha

4 Comments »

  1. salam bahagia….

    mba saya senang sekali membaca blognya. saya ingin sekali menjadi wedding planner, tapi saya tidak tahu mulai dari mana. saya mempunyai sedikit pengetahuan tentang kebutuhan2 untuk mengadakan pesta pernikahan.
    dengan sangat berharap mba dapat berbagi pengetahuan untuk menjadi wedding planner dan mungkin dapat merekomendasikan buku yang dapat menambah pengetahuan tentang wedding planner.
    semoga tambah sukses ya mba….

    salam

    desi

    Comment by desi | March 23, 2010 | Reply

  2. Tabea…. Nice Blog. Salam kenal. Thanks,-

    Comment by Rafans Manado | May 17, 2010 | Reply

  3. Head Office : Jln. Raya Condet (Sawo) No.63-A Jakarta 13530 Phone : +62 21 8087 6819 – 8087 8907 Fax : + 62 21 8087 7760 E-mail : ctl_exim@yahoo.co.id

    Nomor : 021/CWT/PJIT/XI/2010 Attn : / Dept Import
    Hal : Customs Clearance & Transportasi Phone :
    Page : 1#of 1 Fax :
    Kepada Yth : PT.

    Dengan hormat,
    Bersama ini kami sebagai perusahaan pengurusan jasa kepabeanan ( PPJK ) yang menangani customs clearance untuk import baik di Bandara Soekarno – Hatta II Cengkareng maupun Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, ingin mengajukan Penawaran Jasa Clearance & Transportasi sebagai berikut :

    I. Jasa Customs Clearance By Air ( Port Bandara Soekarno Hatta Jakarta )
    01 s/d 200 Kgs Rp. 250.000,-
    Bahandle PJM Rp. 350.000,-
    Tranportasi Bandara – KAPUK MUARA Rp. 400.000,-
    Pembuatan PIB+ Tranfer EDI Rp. 100.000,-
    PNBP Rp. 100.000,-
    Total Rp. 1.200.000.
    Sewa Gudang / Penumpukan Rp. Kwitansi Konsul,Penerbangan

    II. Jasa Customs Clearance By Sea ( Port Tanjung Priok FCL )
    Customs Clearance 20”FCL / 40 FCL Rp. 250.000,- / 300.000 / 40”Fcl
    Bahandle PJM Rp. 550.000,- / 600.000 / 40”Fcl
    Transportasi Pelabuhan – KAPUK MUARA Rp. 1.000.000,- / 1.200.000 / 40”Fcl
    Pembuatan PIB + Transfer EDI Rp. 100.000,-
    PNBP Rp. 100.000,-
    Total Rp. 2.000.000./20” 2.300.000 . / 40”
    D/O Fee Rp. Kwitansi Konsul,Pelayaran
    Sewa Gudang / Penumpukan Rp. Kwitansi Konsul,Pelayaran
    Mengenai Pengiriman Luar JABOTABEK kita bicarakan terlebih dahulu,

    III. Kami Membuka Legalitas Under Name. Dan jasa Customs Secara Borongan ( ALL-IN )
    1000 s/d 3000 Kgs LCL Rp. 2.000.000,-
    1 x 20”FCL Rp. 2.500.000,-
    1 x 40”FCL Rp. 3.000.000,-

    Tarif tersebut di atas belum termasuk PAJAK IMPORT dan biaya lainnya jika ada sesuai kwitansi dari instansi terkait.Demikianlah penawaran jasa yang kami ajukan,atas kerjasama yang baik dan keprcayaannya kami
    Ucapkan terima kasih.

    Jakarta, 15 November– 2010
    Hormat Kami,
    PT. CWT Logistics

    DEDY PUTRA UTAMA
    Dept Cust Import
    Phone : 021 8087 6819 / 2846
    Mobille: 0852 7591 5900 / 08788 5900 666 Email : dedycwt@yahoo.com

    Comment by DEDY PUTRA UTAMA | November 15, 2010 | Reply

  4. Selamat yaa Mell…, semoga wedding Planer en wedding organizernya selalu sukses Dan berjalan sebagai mana yg diharapkan………..en masih inget aku kan….., Salam utk keluarga…….

    Comment by TNA. Kusumayudha | October 4, 2012 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: