Aien Hisyam

– hidup adalah tempat belajar –

Yeane Keet

Jarum Jatuh pun Harus Tahu

Yeane dididik keras oleh Ayahnya, demi kesuksesan. Kalaupun di usia 8 tahun ia harus ‘berpisah’ dengan orangtuanya, itulah bagian dari pelajaran ‘hidup’ yang harus dijalani. Dan ia sangat mensyukuri.

Di usia yang masih muda, Yeane Keet telah memimpin sejumlah perusahaan, termasuk perusahaan besar milik Ayahnya, PT. Denpoo Mandiri Indonesia Group. Ia dipersiapkan untuk memegang kendali perusahaan yang bergerak di bidang elektronik ini.

Dengan rendah hati, wanita keturunan ini justru lebih suka disebut Sales & Marketing Director, seperti yang tertulis di kartu namanya.

“Itu karena passion saya disitu. Lebih ke dealing penjualan. Jadi mulai dari barang diproduksi sampai barang jadi. Dari hulu ke hilir. Dengan begitu, kita  direspek senior yang sudah lebih dulu di Denpoo, juga dengan karyawan-karyawan lain,’ ujar Yeane, penuh semangat.

Dari tangan dingin Yeane, perusahaan Denpoo memenangi tender pengadaan kompor gas untuk rakyat miskin yang diadakan Kementerian Koperasi dan UKM. Mesin cuci Denpoo juga menjadi pemimpin pasar, versi Gabungan Elektronik Indonesia.

Pisah dengan Keluarga

Keberhasilan Yeane tak lepas dari didikan Ayahnya, Lim Tjen Hong, pemilik Dempoo Group, di masa lalu. Di usianya yang baru 8 tahun, Yeane telah dilepas orangtuanya untuk tinggal dan bersekolah seorang diri di Singapura. Yeane dibesarkan dan tinggal dengan gurunya.

“Di Singapura, guru yang membesarkan saya. Baru liburan saya pulang atau orangtua saya datang. Begitupun waktu ke Amerika, juga sendirian,” kenang Yeane.

Otomatis, Yeane tumbuh menjadi sosok mandiri dan tegas. “Problem-problem harus saya selesaikan sendiri, karena memang tidak ada orangtua. Begitupun dengan figur. Itu saya dapatkan dimana saja. Bahkan, orangtua saya sampai bilang, saya ini orangnya aneh. Positive thinking-nya kebanyakan,” kata Yeane, tertawa lepas.

Anak kecil atau teenager, lanjut Yeane, tergantung dari isinya. “Kalau dia terlau sering diisi negatif-negatif, dia akan negatif. Begitupun sebaliknya. Jadi figur bisa didapat dimana saja. dari guru, dari kakak kelas. Tidak harus dari orangtua,” tutur wanita kelahiran 10 Agustus 1974.

Yeane, bahkan mengucapkan rasa syukur telah diberi pelajaran hidup,  menjadi sosok yang mandiri di usia yang masih belia. “Kalau tidak, saya akan jadi orang yang manja,” ucap Yeane, dengan senyum mengembang.

Barulah lulus kuliah tahun 1996 dari University Of Southern California, California, USA, dengan gelar Bachelor of Industrial Psychology, Yeane pulang ke Indonesia. “Total, saya tinggal di luar negeri 20 tahun. Tapi jangan tanya tentang nasionalisme saya. Jujur, saya sangat nasionalis,” tegas Yeane, tersenyum cerah.

Karir Dari Bawah

Pulang ke Indonesia, tidak serta merta Yeane memperoleh kenikmatan. Ia sempat bekerja di Sinar Mas Group untuk mencari pengalaman kerja. Barulah setelah krisis ekonomi, Yeane ‘ditarik’ untuk bergabung di Denpoo Group. Itu pun, lagi-lagi Yeane tidak langsung menduduki kursi empun. Ia mulai karirnya di bagian administrasi.

‘Memang diharuskan begitu. Intinya, di perusahaan saya, jarum jatuh pun harus tahu. Itu didikan dari Ayah saya,’ kata Yeane.

Di bagian sales marketing, Yeane pun memulai karirnya dari seorang supervisor. Dealing ke satu toko ke toko lain. Dalam sehari, ia bisa mendatangi 5 toko.

“Sampai sekarang pun saya masih terjun ke lapangan. Mereka juga masih kenal saya, karena hubungan baik ini terus terjaga sejak 8-9 tahun yang lalu. Mereka pun tahu, saya orang lapanga, jadi saya lebih enak kalau dealing bisnis,” ungkap Yeane.

Yeane mengakui, kekuatan team work sangatlah penting. “Saya pernah ditegur orang. Kenapa saya yang maju, padahal anak buah yang salah. Saya bilang, kalau anak buah saya yang salah, berarti saya juga yang salah. Saya bilang ke anak buah, kalau kamu jatuh, saya juga jatuh. Jadi, please kamu jangan jatuh, karena kalau jatuh, kita harus sama-sama bangkit,” kata Yeane.

Action Proof Everything

Datang sebagai ‘orang baru’ dengan usia muda, membuat Yeane harus pintar-pintar mengambil keputusan dan bersikap. Maklum saja, perusahaan Ayahnya sudah berusia lebih dari 20 tahun.

Rasa canggung, tentu saja ada. “Tapi saya bukan ke arah saya adalah anak yang punya, tapi lebih ke arah, ‘menurut bapak bagaimana? kalau saya begini. Mari kita kompromikan.’ Saya juga lebih ke action proof everything. Daripada saya ngomong, saya kerjain dulu. Selanjutnya saya kasih tunjuk kalau hasilnya lebih bagus. Lama-lama kerjasama jadi lebih enak. Itu semua bisa dibuktikan oleh waktu dan hasil. Dari situ lah mereka bisa respek,” ujar Yeane.

Untungnya, lanjut Yeane, para senior di perusahaannya, senang akan perubahan. “Apalagi industri tahun depan harus berubah karena ada free trade ASEAN-China. Industri itu salah satu peluang kerja. Disini kita menyerap sumbar daya manusia paling banyak. Kalau pemerintah tidak melindungi industri kita, yang dirugikan siapa? Ya, masyarakatnya sendiri,” ungkap Yeane panjang lebar.

Rasa cinta pada tanah air, ditambah kepedulian Yeane yang besar akan industri dalam negeri, membuat wanita ini bergabung di banyak forum komunikasi di perdagangan. Diantaranya di KADIN menjadi Wakil Ketua Komite Tetap Inovasi dan Produktivitas,  pengurus di GABEL (Electronic Association of Indonesia), serta di Association of Gas Cookers.

“Sayang kalau kita hanya memikirkan untuk indutri kita sendiri. Kita punya pemikiran untuk improve. Aspirasi-aspirasi ini harus disalurkan ke asosiasi. Untuk memperbaiki industri, kalau tidak ada orang yang ngurus, trus bagaimana.

Capek, ya capek juga. Rasanya tidak enak juga kalau punya pemikiran tapi tidak disalurkan. Itu memang harus ada passion dan nasionalis yang tinggi,” ungkap Yeane.

Lagi-lagi, wanita yang senang mengenakan baju batik mengatakan, “itu karena saya sangat cinta Indonesia.”

Aien Hisyam

December 22, 2009 - Posted by | Profil Pengusaha, Profil Wanita

1 Comment »

  1. Definitely believe that which you said. Your favorite justification appeared to be on the internet the easiest factor to take into accout of. I say to you, I certainly get irked even as folks consider worries that they just do not recognize about. You controlled to hit the nail upon the top as well as defined out the whole thing with no need side-effects , folks could take a signal. Will probably be again to get more. Thank you

    Comment by groove | February 22, 2012 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: