Aien Hisyam

– hidup adalah tempat belajar –

Ummu Ghaida Muthmainnah.

Konsultasi 24 Jam

Suatu hari, telepon genggam Teh Ninih berdering.

“Teh,” suara di ujung telepon itu bergetar. Lama ia terdiam.

“Ada apa, Bu?”

“Teh, suami saya selingkuh!” Tak berapa lama, terdengar isak tangis disertai suara sesenggukan.

Teh Ninih mendesah pelan. Belum sempat berkata-kata, di ujung telepon ia sudah mendengar seluruh curahan hati si penelepon. Padahal, saat itu, jarum jam sudah menunjukkan pukul 8 malam.

“Teteh memang sudah terbiasa dicurhatin para Ibu. Jangankan yang malam-malam. Sehabis salat Subuh saja ada yang curhat, telepon ke Teteh. Yah, memang hanya itu yang bisa Teteh bantu,” kata Teh Ninih.

Enggan disebut konsultan perkawinan, istri ustaz Aa Gym ini lebih senang disebut sebagai teman berbagi.

Lebih Mendengarkan

Dua tahun terakhir, Teh Ninih membuka pintu hatinya lebar-lebar pada siapa saja yang ingin berkonsultasi dengannya. Ingin berbagi rasa, bercerita hingga berkeluh kesah. Bahkan ia tak segan-segan memberi nomor telepon genggamnya pada siapapun yang meminta.

“Mereka bebas bertanya, mengeluarkan uneg-uneg, sampai menangispun juga boleh,” kata wanita Sunda bernama lengkap Ummu Ghaida Muthmainnah.

Setiap hari, paling tidak satu penelepon diterimanya dengan senang hati.

“Ada yang curhat tentang suami, anak-anak, sampai pekerjaan. Macam-macam persoalannya. Mulai dari yang suaminya selingkuh, tidak menafkahi, sampai suami yang melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Itu yang paling sering Teteh dengar,” kata Ibu tujuh anak bersuara lembut ini.

Kalau sudah dicurhati, Teh Ninih lebih banyak mendengarkan.

“Biasanya, nasehat dan ungkapan simpati baru bisa didengar kalau sudah tenang. Jadi, awal-awalnya, Teteh sabar-sabarin mendengar apa yang ingin mereka sampaikan. Setelah plong, barulah Teteh masuk, memberikan solusi, pemecahan, dan nasehat yang kiranya bisa meringankan beban pikiran mereka,” kata Teh Ninih.

Ia tidak pernah merasa terganggu walaupun harus mengangkat telepon malam hari.

“Teteh sih tidak pernah melarang, kapan saja mereka mau menghubungi Teteh, silahkan. Tapi, kalau bisa jangan bertepatan dengan maghrib atau jam-jam beribadah. Anak-anak yang suka protes. Katanya Mama sudah seharian angkat telepon, kapan waktunya buat anak-anak,” ujar Teh Ninih sambil tertawa.

Menjadi Wanita Ideal

Sejak lama, Teh Ninih aktif berdakwah. Awalnya ia hanya mengikuti tausiah suaminya. Lama kelamaan, ia merasa perlu menjadi mubaligah. Satu cara agar dirinya bisa bertemu langsung dengan jamaahnya dan bisa lebih cepat mengetahui permalahan yang sedang dihadapi para wanita muslimah.

“Walaupun begitu, hidup Teteh tidak 90 persen di dakwah, karena Teteh harus tetap mengurus keluarga. Keluarga nomor satu. Prinsip Teteh, kalau kita semangat berdakwah, keluarga justru semakin intens. Karena apa yang dilihat di keluarga itu bagian dari dakwah,” ujar wanita kelahiran 28 Januari 1967.

Di setiap pengajian, putri kedua dari 5 bersaudara KH Muhammad Muhsin –pemilik Pondok Pesantren Kalang Sari, Ciamis- ini menggulirkan masalah-masalah wanita yang sangat sederhana, disertai solusi dan tips menjalani hidup.

“Misalnya seorang wanita yang ingin menunjukkan rasa aman dan nyaman bagi orang lain. Ia bisa melakukan beberapa ciri-ciri diantaranya, berpenampilan rapi dan serasi sesuai dengan hukum syar’I, berkata-kata lemah lembut, sopan, dan tidak menyakitkan, dari tubuhnya tidak tercium bau kurang sedap, dan lebih banyak mendengar dari pada berbicara,” kata Teh Ninih.

Juga memuliakan orang–orang yang bertamu ke rumahnya, memenuhi undangan orang lain dan menjenguk orang yang sakit, senantiasa ikhlas mendoakan orang lain, menunjukkan syukur dan kebahagiaan manakala oran lain mendapatkan nikmat, menunjukkan dukacita dan simpati manakala orang lain mendapatkan musibah, serta menghindari ghibah apalagi fitnah.

Aa Tetap Diminati

Banyaknya ustaz-ustaz baru tidak menyurutkan popularitas Aa Gym. Hal itu diakui Teteh karena setiap pengajian yang diisi Aa Gym, selalu ramai didatangi jamaah.

“Justru bagus kalau semakin banyak mubaligh. Persoalan hidup mudah dipecahkan. Semakin banyak pencerahan, negara semakin aman dan nyaman. Aa tidak pernah merasa ditinggalkan apalagi tersaingi. Jadual kegiatan Aa justru makin bertambah, jadi tidak ada yang berubah,” kata Teteh Ninih.

Saat ini, baik Teh Ninih maupun Aa Gym mulai meningkatkan kualitas berdakwahnya.

“Dari waktu yang terbatas harus tersampaikan banyak hal. Peningkatan kualitas dakwah. Dan itu akan lahir disaat Teteh dan Aa telah mengamalkan sekuat tenaga, baru bisa ada ruh dan semangatnya pada jamaahnya,” ujar Teh Ninih.

Dakwah, lanjut wanita berkacamata ini, akan sangat kuat, jika memang orang melihat kenyataan keluarganya sukses. “Saat Teteh berdakwah, sekarang, juga bagaimana membuat program-program yang lebih profesional untuk kemajuan anak-anak dan keluarga, maka anak-anak harus merasakan Mamanya, walaupun sekarang tambah kesibukan. Dua-duanya harus sukses.”

“Tetapi secara pribadi saya tidak merasa jadi contoh. Teteh berusaha sekuat tenaga dengan potensi yang ada, minimal ada yang bisa dijadikan teladan. Walaupun itu masih jauh dari apa yang dimiliki istri-istri Rasul dan para pejuang muslimah. Baru belajar sediit-sedikit. Tetapi dengan keyakinan itu ternyata orang menghargainya luar biasa. Itulah yang memotivasi diri untuk terus memperbaiki diri,” lanjut Teh Ninih.

Kelihaian Teh Ninih birbicara di depan jemaah, tak lepas dari bimbingan Aa Gym. Suaminya ini disebut sebagai guru pribadi dalam segala hal.

“Teteh bisa menyampaikan ilmu berkat bimbingan suami. Aa sangat intensif dan bertahap membimbing Teteh. Mulai dari didampingi kemudian diberikan nasehat. Setiap tampil, Aa selalu menyimak apa yang masih kurang dan yang harus diperbaiki. Dan Aa merasa kesuksesan suami adalah disaat dia bisa mensukseskan istrinya. Itulah yang menarik,” ujar Teh Ninih penuh kebanggaan.

“Bahkan, Teteh kalau ceramah sendiri, Aa sembunyi-sembunyi mendengarkan Teteh, di balik pintu. Teteh tidak tahu kalau ada Aa. Dan itu sering terjadi. Justru ini menjadi pelajaran buat Teteh. Ketika selesai Aa memberitahukan kekurangan-kekurangan Teteh. Itu jarang sekali dilakukan pasangan yang untuk saling mengingatkan. Saling memantau. Dulu Teteh yang menyimak dan kasih masukkan. Sekarang bareng-bareng. Kita sudah komit bersama tanpa harus sakit hati,” kata Teh Ninih dengan mata bersinar.

Aien Hisyam

December 7, 2009 - Posted by | Uncategorized

10 Comments »

  1. kalau boleh saya minta no hp Teh Ninih atau no telp Yayasan BS/PRT nya Teh Ninih
    thank’s

    Comment by Dwi Ayu | March 30, 2010 | Reply

  2. saya lagi berada di titik terendah dalam hidup saya. saya ingin mencurahkan isi hati saya pada teh ninih. tolong beri saya no hp atau no telepon teh ninih sehingga saya dapat menghubunginya. terimah kasih

    Comment by juniarsyah harahap | April 15, 2010 | Reply

  3. assalamualaikum…kalau boleh saya minta no.telpon teh ninih. syukron

    Comment by nuraini | June 10, 2010 | Reply

  4. assalamualaikum…kalau boleh saya minta no.telpon teh ninih. syukron

    Comment by meyna | June 10, 2010 | Reply

  5. assalamualaikum, bisakah saya minta no telp atau hp teh ninih, saya ingi sekali berbagi cerita dengan teh ninih.
    wassalamualaiaikum.

    mar’atul hidayah

    Comment by mar'atul hidayah | March 24, 2011 | Reply

  6. Umi,boleh saya minta nomor hp ny umi ? Saya pengen curhat sama umi.

    Comment by Rahmatul istiqomah | March 19, 2012 | Reply

  7. assalamu alaikum….tolong kirimkan nmr hp teh ninih….
    fathal mufidah

    Comment by fathal mufidah | April 30, 2012 | Reply

  8. FB fathal mufidah rudji nmr sy 082191947504

    Comment by fathal mufidah | April 30, 2012 | Reply

  9. Assalam, mbak apa saya boleh minta no hpnya teh ninih?

    Comment by Liza Martha Lova | January 17, 2013 | Reply

  10. Assalamualaikum,, Umi, bisa ngisi agenda dakwah di UIN Suska Pekanbaru?, bole minta no.hapenya mi, agar mudah koordinasi umi,,,??

    Comment by suliyani37uliyani | December 2, 2013 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: