Aien Hisyam

– hidup adalah tempat belajar –

Mirna Rafki

“Tiga Wasilah Di Muamalat”


Bulan Ramadhan kali ini, Mirna memilih ‘beristirahat’.

“Saya harus memikirkan yang lebih penting lagi,” ujar Mirna Rafki.

Mirna baru saja pulang dari Bandara Halim Perdana Kusuma. Tidak tampak lelah, istri ustad Antonio Syafii langsung mengajak ke ruang kerjanya di lantai atas.

“Kalau ditanya keluhan saya saat ini, itulah keluhan saya. Sampai sekarang, saya belum punya anak, padahal saya puya target ingin segera punya momongan. Apalagi mengingat usia. Saya sebenarnya sudah harus memikirkan waktu untuk istirahat. Ah, kadang-kadang tuntutan kerja di kantor belum memungkinkan saya untuk istirahat. Tapi saya tidak mengeluh dan mencoba untuk menjalani saja. Tapi kadang suka kepikiran, aduh kapan yah bisa istirahat,” ungkap istri ustaz Syafii Antonio penuh semangat.

Tiga Wasilah

Dua tahun berturut-turut, saat bulan Ramadhan. Mirna menggelar event akbar. Salah satu acaranya berhasil menyerap ribuan pengunjung. Ketika empat ustaz besar, Aa Gym, Arifin Ilham, Ari Ginanjar dan Syafii Antonio tampil bersama dalam Dialog Akbar.

“Tahun ini istirahat dulu. Saya harus kejar target yang lain, ingin segera punya momongan,” kata wanita kelahiran 23 Agustus 1966.

Mirna, tidak penah diam. Lulus dari IPB Jurusan Teknologi Industri tahun 1989, ia bekerja di Bank Bukopin. Dua tahun kemudian, tahun 1992, Mirna pindah ke Bank Muamalat, Bank Syariah pertama di Indonesia.

“Saya tertarik pindah karena Bank tersebut memiliki sistem baru. Tetapi yang paling utama, saat itu saya ingin sekali menutup aurat secara sempurna. Apalagi situasi kontor-kantor di tahun itu belum sepenuhnya membolehkan karyawatinya memakai jilbab. Jadi, saya anggap ini adalah peluang yang sangat baik. Dan sejak itu saya mulai full menutup aurat,” cerita Mirna.

Mirna kembali mendapat hidayah. Di tempat kerjanya yang baru, ia bertemu Syafii Antonio. Satu tahun kemudian, tahun 1993, mereka bahkan memutuskan menikah.

“Itu wasilahnya. Saya bisa kerja di Bank Muamalat, bisa menutup aurat, dan ketemu jodoh disana. Waktu itu Pak Syafiie di bank Muamalat bagian biro Syariah. Saya di bagian pembiayaan kerena waktu di Bank Bukopin bagian perkreditan,” kenang Mirna.

Empat tahun setelah menikah, wanita asli Padang ini diangkat menjadi Kepala Cabang. “Karena Pak Syafii ambil S3 di Australia, saya harus memutuskan satu pilihan, sebagai seorang istri mendampingi suami atau meneruskan karir di Bank. Nah saya memilih keluarga mendampingi suami. Alhamdulillah waktu itu saya diperbolehkan cuti diluar tanggungan selama 2 tahun. Ternyata setelah cuti 2 tahun itu, saya masih harus tetap disana. Akhirnya saya putuskan keluar dari Muamalat,” kata Mirna yang juga lulusan S2 STIE-IPWI Jurusan Manajemen Keuangan.

Terlalu Bertanggung Jawab

Mirna menyebut dirinya tipe pekerja yang pelaksana.

“Tidak hanya sampai di konsep. Disaat bekerja, saya itu sangat detail supaya hasil bisa maksimal. Memang terkesan perfect. Tapi itulah yang dibutuhkan. Dan biasanya wanita pekerja, menurut saya justru lebih detail dan perfect dibandingkan para pria. Kalau kita kan bagaiamana proses ini yang kemudian menghasilkan bentuk yang bagus. Jadi harus dari awal. Saya ingin segala sesuatu itu berjalan dengan lancar, baik dan hasilnya bagus. Saya senang memenej sesuatu,” kata Mirna tentang dirinya.

Mirna mendukung wanita yang bekerja di luar rumah sepanjang ia tidak melupakan tugas-tugas sebagai istri dan ibu.

“Alhamdulillah Pak Syafii tidak keberatan saya kerja. Beliau tahu persis saya ini tipe orang yang senang beraktifitas. Kata Pak Syafii, kalau saya diberi tanggung jawab, justru terlalu bertanggung jawab. Malah kadang-kadang dari segi fisik, saya mengerjakan itu sangat bersemangat,” kata Mirna.

Kini Mirna berkarir diperusahaan yang didirikan Syafii Antonio. Sebagai Direktur Utama PT. Tauba Zakka Atkia bergerak di bidang travel khusus Haji dan Umroh, Dewan Pembina Yayasan Tazkia Cendekia pengelola STEI –Sekolah Tinggi Ekonomi Islam- Tazkia, dan di Associate Partner Batasa Tazkia Consulting.

Sosialisasi Ekonomi Syariah

Memimpin Tazkia Travel khusus Haji dan Umroh dianggap Mirna menjadi tantangan baru. Apalagi, ia harus menjalani bisnisnya berdasar konsep ekonomi syariah.

“Terus terang saya tidak punya latar belakang bank syariah, justru berlatar belakang bank konvensional. Tapi Alhamdulillah ketika masuk ke bank Muamalat, kita belajar, apa itu bank Islam? Bagaimana konsepnya? Bagaimana prinsip operasionalnya? Disitu akhirnya saya tahu dan punya background tentang bank syariah.  Dan Alhamdulillah saya dapat suami yang satu visi dan misi. Dan beliau dari awal sudah mendedikasikan hidupnya untuk mensosialisasikan ekonomi syariah. Akhirnya saya bersama-sama beliau berjuang dan saling mendukung,” ujar anak kelima dari tujuh bersaudara pasangan Dr. H. Rafki Ismail, MPH dan Hj Rosmalini.

Ekonomi syariah yang selalu disosialisasikan Mirna dan Syafii berbasis pada ayat-ayat Al Quran.

“Suatu konsep ekonomi yang berkeadilan. Tidak mengeksploitasi yang kuat erhadap yang lemah. Selama ini ekonomi yang ada adalah ekonomi kapitalis yang kuat yang menang. Tidak ada pemerataan,” jelas Mirna.

“Nah, antara bank dengan peminjam yang biasa disebut pengutang atau debitur, di ekonomi syariah disebut mitra. Begitupun untuk mereka yang menyimpansejumlah dana ke bank, disini disebut investor. Oleh bank dikelola. Apabila mendapatkan keuntungan, maka akan dibagi dengan investor. Termauk kalau kita kredit dengan bank, maka akan muncul keadilan dengan memposisikan debitur sebagai mitra,” lanjutnya.

Bunga bank disebut dengan sistem bagi hasil. Ada juga sistem jual beli, pembagian zakat, produksi dan distribusi, dan masih banyak lagi.

“Dengan zakat maka uang bisa diinfakkan.  Oleh karena itu, setiap orang Islam harus kaya, supaya dia bisa selalu memberi. Tentu orang kaya yang syukur. Nah, sistem ini yang sangat penting untuk disosialisasikan,” kata Mirna lagi.

Satu proyek besar yang tengah dijalani Mirna dan suaminya adalah membangun Islamic Center yang berada di Bukit Sentul. Di masa depan, gedung di atas lahan 2,3 hektar ini akan menjadi pusat bisnis syariah meliputi perbankan, asuransi hingga layanan produk investasi sperti reksadana. Juga sebagai tempat pendidikan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam.

Aien Hisyam

Advertisements

December 4, 2009 - Posted by | Profil Pengusaha, Profil Wanita

2 Comments »

  1. smangat tuk terus berjuang Bu… smg sgr diijabah doanya oleh Allah… Aamiin

    Comment by ummutia | December 14, 2011 | Reply

  2. Terima kasih atas blog yang ibu buat dan atas artikel yang dimuat , semuanya sangat menarik untuk dibaca dan menjadi motivasi untuk pembelajaran kita. Dalam kesempatan ini ada yang ingin saya tanyakan :
    Apa syaratnya kalau ingin mengirimkan materi berupa “cerpen” atau apa saja sebagai
    tempat menyalurkan bakat di blog ini?
    Terimakasih atas jawabannya.

    Comment by Erna Garnasih | March 30, 2012 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: