Aien Hisyam

– hidup adalah tempat belajar –

Jessica Violetta Schwarze

Don’t Be Shy, Look What I Did!

 

 

Meski ia tak mengerti dunia IT, PT SAP tetap mempercayakan Jessica menjadi Marketing Manager. Kiatnya, mau belajar dan bertanya.

 

Ketika bergaung dengan PT. SAP Indonesia –perusahaan software atau piranti lunak khusus untuk bisnis terbesar di dunia- usia Jessica baru berusia 30 tahun. Yang lebih menarik, Jessi nekat melamar menjadi Marketing Manager walaupun ia buta IT (information technology)

I’m so curious and I want to jump on it,” ujar Jessi penuh keyakinan.

Selalu Cari Tantangan

Baru tiga tahun Jessica Violetta Schwarze berkecimpung di bidang Marketing. Meski tergolong ‘baru’, prestasi Jessi sebagai marketer sudah membuat banyak orang berdecak kagum. Perempuan berdarah Jerman-Indonesia ini berhasil masuk dalam Top Achievement SAP Award of Asia Pasific. Juga mendapat beasiswa ke Hawai untuk bersekolah di American Institute of Management Science.

Satu prestasi terbesar Jessi setelah bergabung di SAP adalah membuat event besar SAP ‘the biggest IT event conference’ di Jakarta. Acara ini mampu mendatangkan pengunjung lebih dari 2000 orang.

We’ve never seen an event like this. You have to work hard to get their respect,” puji seorang CEO dari Asia Pasific dengan bangga.

Jessica memang pantas dipuji. Kerja kerasnya sebagai seorang Marketing Manager membuat semua orang tercengang. Ia bahkan menerima penghargaan Best Graduate & 1st Place Winner Business Plan Competition di Japan American Institute of Management Science.

“Saya memang senang mencari tantangan. Sebagai marketing manager, tugas utama saya adalah mencari calon customer sebanyak-banyaknya. Itulah tantangan saya. Selain itu, saya harus sering mengadakan media coverage, konferensi pers, hingga menulis cerita sukses dari beberapa perusahaan besar yang telah menjadi pelanggan. Serta membuat printed material,” ujar wanita yang hobi membaca ini.

Selain itu, lanjut Jessi, sebagai Marketing Manager, ia harus selalu melihat market service. “Yaitu meperkirakan tempat dan kesempatan di Indonesia. Khususnya yang menjanjikan bagi PT SAP agar dapat bergerak agresif ke tempat tersebut,” jelasnya.

Cita-cita Ke Perusahaan Multinasional

Sebelum lulus kuliah dari Fakultas Kejuruan Bahasa Inggris Universitas Atmajaya Jakarta, Jessica sudah bekerja di PT. Produk Indonesia (Prodin) milik BJ  Habibie.

“Waktu itu umurku masih 22 tahun. Saya langsung di-hire menjadi marketing executive,” ujar Jessi berbagi pengalaman.

Prodin adalah perusahaan lokal yang rutin menggelar acara berupa pameran-pameran di Jerman, Perancis, dan banyak negara lagi. Karena kepintarannya, Jessi kerap dikerim ke sejumlah negara.

“Ini perusahaan high profile. Jadi saya kerja di bagian marketing bersama orang-orang yang posisinya sangat tinggi di perusahaan lokal dan internasional. Sebuah pengalaman yang sangat menarik buat saya yagn sedang belajar. Saya jadi terbiasa bertemu dengan orang-orang yang levelnya diatas saya. From me, exciting banget bisa bertemu any people,” kata Jessi. Salah event besar Prodin di Indonesia adalah acara Indonesia Air Show.

4 tahun di Prodin, Jessi tertantang mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang ekshibisi. “Disini saya bekerja di bidang business development sebagai marketing manager,” kata Jessi.

Pengalaman baru yang amat menantang buat istri I Made Hadi Wigraha ini. “Saya harus cari peluang-peluang baru agar bisnis ini bisa berkembang. Membuat pameran-pameran belum ada di Indonesia. Diantaranya Franchise Exhibition, Grand Wedding Exhibition dan Renovation Expo yang saat itu bertepatan dengan kondisi Jakarta yang sedang banjir. Tiga pameran ini menjadi pameran pertama yang terbesar di Indonesia yang didatangi puluhan ribu pengujung,” ujar Jessi bangga.

Jenuh bergelut di Event Organizer, lagi-lagi Jessi ingin mencari tantangan baru. “Waktu itu saya tertarik dengan teman-teman yang kerja di perusahaan multinasional. Seperti apa ya? Kayaknya sangat menantang,” kata Jessi.

Justru Buta IT

Jessi termasuk sangat percaya diri ketika coba melamar menjadi Marketing Manager di PT SAP Indonesia. “Padahal saya buta tentang IT. Tapi saat wawancara, saya yakinkan bahwa saya bisa bawa perusahaan ini menjadi lebih besar lagi dengan membuat event-event untuk PT SAP,” ujar Jessi.

Satu kebetulan, saat itu PT SAP justru sedang mencari Marketing Manager di luar bidang IT.

 “I was chosen and I was so lucky. Mereka ingin orang diluar dunia IT yang bisa bawa ide-ide baru. Karena di dunia IT, orangnya itu-itu saja,” cerita Jessica.

Setelah diterima, esok harinya Jessica dikirim mengikuti training IT di Singapura selama 2 minggu. Pesertanya adalah semua marketing manager PT SAP diseluruh Asia Pasific. Mulai dari Singapura, China, Australia, India, Philipine, Thailand, dan masih banyak lagi.

It was so scary. Bayangkan, saat itu saya satu-satunya peserta yang tidak tahu tentang IT. Apalagi trainingnya advance basic. Jadinya saya terus bertanya. Mungkin orang lain yang dengar, wah ini orang kok ngerti sih?” ujar Jessi sambil tertawa.

Hanya 2 tahun Jessi mempelajari sepak terjang perusahaan dalam bisnis software, produk-produkIT hingga berbagai perbedaan karakteristik industri IT.

Jessi sangat memahami dunia barunya juga posisinya sebagai marketing manager. “Seorang marketing harus banyak membaca, melebarkan dan menjaga networking, serta mengetahui berbagai kejadian secara umum di belahan dunia manapun,” kata Jessi.

Marketing, lanjut Jessica, fungsinya sangat penting. “Ia yang membuka pasar pada sebuah perusahaan. Kita jadi tahu karakteristik pasar, peluang-peluang ada dimana, karenanya pikiran kita harus diasah terus.”

Bagaimana dengan ukuran fisik yang kerap jadi patokan di dunia marketing?

“Itu tidak bisa dipungkiri. It’s not only in Indonesia, but all over the world. Memang, dengan kelebihan fisikia akan mudah diingat dan diperhatikan. Tetapi yang lebih penting, untuk mengenal, mendalami dan membawa sebuah produk, seorang marketing harus punya intelektual yang tinggi. Apalagi ia mewakili citra perusahaan. Sayang kalau sudah cantik-catikn tapi otaknya kosong,” ujar wanita kelahiran 13 April 1973 ini.

Menjadi marketing yang baik, kata Jessi, “find out what your competitors doing, what your partners doing dan bekerja sama dengan baik. Harus selalu mengasah kreativitas dan berani ambil resikko. Mencoba segala sesuatu yang baru, dan mau belajar dari kesalahan,” ujar Jessica.

“Dan tak lupa, promosikan selalu apa yang sudah kita kerjakan. Dengan begit perusahaan akan menghargainya. Don’t be shy, look what I did!. Kalau berhasil, jangan diam saja,” ujar Jessica berbagi tips.

Aien Hisyam

December 1, 2009 - Posted by | Profil Pakar IT, Profil Wanita

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: