Aien Hisyam

– hidup adalah tempat belajar –

Hetty Heriani Sobary

Di Televisi Wanita Harus Cantik

 

 

Di depan mantan pekerja seks, Cheche terharu. Ada hikmah yang telah ia petik.

“Bayangkan, dia mau datang ke pesantren. Mau pakai baju muslim. Mau belajar ngaji. Mau pakai jilbab dan mau salat tahajud. Ini kan benar-benar sebuah hidayah. Kalau dia tidak benar-benar mau jadi wanita muslimah, itu sangat susah. Butuh niat yang suci langsung dari lubuk hati,” kata Cheche Kirani.

Menjelang sore, di sela-sela syuting ‘7 Hari Menuju Tobat’ di Pondok Pesantren Al-Ittihad Sawangan, Bogor, Cheche mengungkapkan isi hatinya.

Tanpa Script

Istri ustaz H. Hadi Wibawa ini masih aktif bermain sinetron.

“Sinetron yang ada misi dakwahnya,” kata wanita Sunda ini.

Misalnya saat jadi presenter, Cheche menyelipkan hadis dan ayat Al Quran. “kecil-kecilan saja, dan biasanya spontan,” ujarnya.

Di depan kamera, ketika berdialog dengan psk yang bertobat, spontan Cheche berujar, “Allah sangat mencintai orang yang sungguh-sungguh bertobat di jalan Allah. Yang setelah bertobat berjanji tidak akan mengulanginya, dan tobat itu diisi dengan hari-hari beribadah yang bersungguh-sungguh kepada Allah.”

Tidak pernah pakai scrip. Otomatis, Cheche harus benar-benar menguasai dan mendalami kandungan Al Quran.

“Sebagai presenter, Cheche harus bisa mencari itu sendiri ayat-ayat yang berhubungan. Acara ini tidak ada scrip. Dan target kita, dia (si pelaku yang bertobat) tidak di briefing dulu. Ini on the spot. Saya harus menyorotnya selama 7 hari. Saya hanya diberi tahu kalau tadi malam begini-begini, kemarin begini-begini, yah sudah. Mengalir begitu saja,” kata Ibu satu putri. Saat ini Cheche sedang hamil satu bulan.

Gemas Seniteron Reliji

Cheche memang sedang belajar mentausiah orang. Padahal, ia mengaku belum bisa menjadi wanita ‘sempurna’. Justru, segala sesuatu yang telah ia sampaikan pada orang lain jadi bahan instrospeksi diri.

“Alhadulillah pekerjaan yang diberikan ke saya ini berkaitan dengan dakwah juga. Sejak saya pakai jilbab, tawaran pekerjaan yang ke saya seputar itu saja. Presenter juga presenter agama yang ketemu dengan ustaz juga. Mau syuting sietron pasti sinetron yang agama juga. Dan saya maunya syuting sinetron yang benar-benar agama tujuannya untuk syiar. Bukan yang dibungkus dengan mistis. Itu sangat tidak baik,” ujar Cheche.

Hati Cheche menentang ketika melihat sinetron religi yang tidak agamis. Ditambah lagi, kalau ada peran wanita muslimah yang tidak bisa mencerminkan pribadi muslimah.

“Saya sedikit menyayangkan. Pernah saya lihat ada peran wanita berjilbab, dia marah-marah, dia bentak-bentak, dia maki-maki. Ini sinetron reliji yang hanya dibungkus dengan pakaian muslim, baju koko, sorban dan jilbab. Tapi isinya tetap ke sinetron drama lainnya,” gemas suara Cheche.

Lebih disayangkan lagi, lanjut Cheche, sinetron model itu sangat diminati. Diikuti dengan PH-PH lain yang akhirnya justru menjatuhkan wanita muslimah dan agamanya.

Batasan Bermain Sinetron

Karena itulah Cheche sekarang selektif memiilh peran.

“Baca dulu adegan-adegannya. Kalau tidak melenceng dari syari’ah Islam dan bisa didakwahkan, saya mau. Yang disayangkan kalau sinetron religi dibuat menyimpang dari syariah Islam. Nanti orang beranggapan bahwa Islam kok seperti itu. Ternyata matinya orang Islam seperti itu atau akhlak wanita berjilbab kok seperti itu. Berarti dia orang yang munafik, yang tidak bisa menjilbabi hatinya. Kalau sudah begitu, nanti orang jadi tidak mau pakai jilbab,” ujar Cheche.

Selayaknya, wanita muslim bisa membungkus aurat dengan baik. Yang tertutup dan tidak menyerupai laki-laki. Yang menutupi telapak tangan dan telapak kaki.

“Bukannya pakai kerudung tapi leher kebuka. Pakai kerudung tapi pakai baju ketat. Ini tidak sesuai juga dengan ajaran syar’i. Malah kadang sutradaranya juga non muslim. Padahal dalam surat Al Azab, berbunyi ulurkan jilbabmu maksudnya pakaian,” lanjut Cheche.

Sebaiknya, lanjut Cheche, sinetron sinteron Islam dibuat oleh orang yang mengerti ajaran agama Islam.

“Pernah saya ikut di sinetron reliji, ada adegan wanita muslimah meninggal. Tapi kok yang mandiin laki-laki. Itu kan tidak boleh. Sampai saya bilang, tolong dong jangan begitu. Bukan karena sok jadi guru. Tapi kalau yang meninggal perempuan maka yang mandiin harus perempuan. Sutradaranya bilang ini kan hanya sinetron. Lho saya jawab, tapi kan yang nonton seluruh Indonesia. Ayo dong kita lebih sensitif. Karena salah berbuat bahkan salah pengucapan ayat saja bisa bermasalah,” ujar Cheche mengelus dada.

Cheche sendiri punya batasan dalam bermain sinetron. Asalkan tidak bersentuhan, tidak ada adegan pegangan, pelukan dan ciuman pastilah ia terima.

Dua Dunia Berbeda

Ditanya keinginan terbesar Cheche saat ini, “saya ingin seperti Siti Khadijah,” jawabnya

Cheche mengaku sedang menuju ke arah itu.

“Siti Khadijah itu luar biasa. Dia rela melepaskan seluruh hartanya demi perjuangan suaminya. Yah kalau saya tidak punya harta, ya dukungan, spiritual ke suami. Orang berpikir hidup Aa itu sudah enak. Tidak ada masalah. Tapi ustaz tetap manusia. Kita harus lebih sabar dan memperhatikan,” kata Cheche

Apabila ada wanita yang berkonsultasi pada suaminya, sebisa mungkin Cheche tidak cemburu. Dianggapnya, kondisi tersebut sebagai proses pembelajaran.

“Dan yang terpenting apa yang suami tausiahkan, harus kita amalin setiap hari. Aa tidak pernah menyuruh, Bunda begini-begini. Tapi Aa hanya mengajak Cheche ikut mendengarkan ceramahnya. Dan praktekin. Termasuk dalam mengurus anak. Penginnya Cheche bisa menjadi istri dan Ibu yang baik buat anak-anaknya. Kebetulan dititipi Allah anak perempuan. Jadi butuh ilmu yang banyak dan selalu dijaga agar tidak terjerumus ke hal-hal yang tidak diinginkan,” cerita Cheche.

Kalaupun ia berbeda dunia dengan suaminya, hal itu tidak jadi masalah. Ia sangat bersyukur karena memiliki suami yang sangat pengertian.

“Alhamdulillah saya dikasih suami yang ilmu agama baik. Tetapi bukan berarti suami saya otoriter dan kaku. Justru Aa orang yang mengkritik saya dalam pakaian. Aa justru ingin istinya pakai pakaian semodis mungkin. Jangan sampai dilihat orang terkesan kumuh, jelek karena memakai jilbab yang acak-acakan. Justru Aa ingin tunjukin bahwa wanita muslimah harus tampil dengan menarik, cantik dan pakai jilbabnya nyaman,” kata Cheche.

“Cheche bahkan masih diberi kebebasan beraktifitas. Boleh apa saja. Ikut arisan saja boleh. Yang penting Zalfa (anak pertama Cheche) sudah keurus, makan, mandi, minum vitamin. Kalau suami mengijinkan yah sudah. Kalaupun Aa berdakwah, sebisa mungkin ikut,” ujar Cheche dengan sumringah.

Aien Hisyam

December 1, 2009 - Posted by | Profil Artis, Profil Seniman, Profil Wanita

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: