Aien Hisyam

– hidup adalah tempat belajar –

Indri Rezeki IG

Berimprovisasi Dengan Zaman

Allure bukanlah yang pertama. Namun, Allure hadir untuk mengangkat citra batik menjadi produk berkelas, bergengsi serta mampu memberi sentuhan motif, warna dan kreasi baru pada busana batik di Indonesia.


Usia Allure belum genap empat tahun. Penuh percaya diri, Allure telah membuka salah satu butiknya di Singapura. Apa keistimewaan batik ini ?

Indri Rezeki, salah satu pemilik butik Allure, tersenyum senang. Ia bersemangat ketika bercerita tentang seni batik dan keistimewaan bisnisnya ini. Kalau selama ini batik identik dengan hal-hal klasik dan tua, namun kata Indri, batik Allure benar-benar beda.

“Allure punya visi menjadikan batik sebagai warisan luhur budaya bangsa Indonesia yang diminati sepanjang masa,” jelas Indri, semangat.

Sejak kehadirannya di tahun 2005, Allure menciptakan rancangan busana dari bahan batik yang memiliki tampilan masa kini, modis dan up to date. Sejalan dengan tren fashion di dunia internasional. Bisa dipakai dari usia anak-anak hingga orang dewasa.

“Allure memang unik. Ia kaya warna dan punya corak variatif. Bahkan dalam satu busana beberapa pola bisa bertabrakan. Belum lagi tambahan detil sulaman, manik-manik dan batu-batuan. Jenis kainnya pun beragam, mulai dari bahan dasar cotton texture, cotton emboss, viskos, sutra yang dibuat dengan alat tenun bukan mesin, sutra sifone sampai organdi,” ujar Indri bangga.

Indri menjaga kualitas Allure. Dia ingin, Allure tetap tampil ekslusif, meski dibuat untuk anak dan remaja. “Produk ini hanya dibuat maksimal empat potong untuk satu model pakaian dan satu macam kain untuk sebuah model. Supaya tidak bisa ditiru. Tapi kita tetap berimprovisasi dengan zaman,” ujar Indri.

Bahkan, untuk menjaga kualitas, Allure punya tiga tempat berbeda untuk proses produksinya. Pembatikan kain di Cirebon, sementara perancangan sampai finishing di workshop kerja ada di Jakarta dan Depok.

Jiwa Semakin Solid

Hidup Indri tak lepas dari batik. Sejak kecil, ia sudah diajarkan ibunya untuk mencintai budaya Indonesia, salah satunya mencintai batik.

“Batik itu kan seni, dan saya suka seni. Kebetulan dari background keluarga, mama dari yogya dan papa sumatera, saya justru lebih dekat ke Jawa. Dekat juga dengan sudara2 dari Jawa,” kata anak bungsu pasangan H. Zulfirman Siregar dan (Alm) Rr. Endang Setiowaty.

Ibunya, ujar Indri, sangat mencintai batik. Ia Almarhumah Endang bahkan mengoleksi puluhan batik kuno. Dan sejak kecil, Indri dibuat terkagum-kagum manakala sang Bunda mengenakan kain batik, lengkap dengan kabayanya.

Akhirnya, lewat seni batik, Indri berinovasi dengan fashion.

Dunia fashion, diakui istri Rachmat Ibrahim ini, bukanlah hal baru. Ia mengawali dunia fashion sejak tahun 1995. Pernah menang di ajang pemilihan wajah cover majalah Kawanku. Hingga awal tahun 2000, wajahnya menghiasi banyak sampul majalah remaja, dan tahun 2001, Indri menjadi finalis Wajah Femina.

“Ternyata tanpa saya sedari setelah besar, itu semua jadi modal. Walaupun tidak nyemplung langsung, toh saya sudah tahu. Pada saat saya ketemu Alurre, jiwa saya semakian solid. Ini sesuatu yang menyenangkan. Kerjaan menjadi hobi. Dan banyak teman-teman lama yang sekarang ketemu lagi, padahal dulu masih usia belasan,“ ujar wanita usia 28 tahun ini, senang.

Wawasan Luas

Lahir di Medan, dan besar di Jakarta, Indri merasa beruntung menjadi anak kolong. Bapak seorang militer Angkatan Darat yang kemudian dikaryakan di pemerintahan, dan Ibu yang ibu rumah tangga.

Meski memiliki profesi yang menuntut kefemininan, Indri justru mengakui dirinya tomboi.

“Saya banyak bergaul dengan lingkungan tentara, dan punya Papa yang sangat disiplin. Nah, sisi feminin muncu dari figur Mama. Apa yang dilakukan, itulah yang dicontoh. Sekarang saya merasa ini menjadi kombinasi yang bagus,“ ucap Indri.

Meski tinggal di daerah Kabupaten, Indri tidak pernah merasa ‘terpencil. Ia mengambil hikmahnya karena dapat membuka wawasan dan lingkungan pergaulan yang lebih luas.

“Kalau saya lihat ke belakang, saya bersyukur karena saya pernah tinggal di daerah. Saya bergaul dengan banyak lapisan, ya anak-anak tukang becak, dan sebagainya. Anak-anak daerah saya kumpulin, main. Jadi, saya tidak steril. Ibu saya bilang harus bergaul dengan banyak orang, wacana berpikir kita terbuka.


Allure Dan Makna Kata

Allure memiliki makna pintar, memikat, menarik hati, indah, dan mempesona Kalaupun memakai bahasa Perancis, justru Allure terkesan sangat fleksibel.

“Sebenarnya, tidak ada arti pakemnya. Di Singapura aja kita pakai Alera, karena sudah ada yang pakai brand yang sama. Ini bukan sesuatu kata yang ada arti khusus,“ ujar Indri.

Dalam hal kepemilikan, Allure dibesarkan lima wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Indri, menjadi salah satu pemegang saham.

“Saya yang paling muda. Dan saat itu satu-satunya yang belum menikah. Saya ketemu salah satu partner saat liburan ke Korea. Kebetulan waktuitu Allure masih baru,” ujar Indri.

Langkah pertama yang dilakukan Indri adalah menembus Perusahaan Mustika Ratu. Hasilnya, Miss Universe dan Putri Indonesia, memakai batik Allure.

“Yang terpikirkan saya, simpel saja. Batik bisa dipakai untuk international event. Baik gaya modern dan desain international untuk ajang internasional,” ucap Indri, senang. Selanjutnya Allure diminati banyak investor. Salah satunya adalah investor dari Singapura yang mengajak Allure berpartner.

“Kita juga ada investor dan partner baru. Seperti di singapura. Saya punya partner orang singapura. Harus ada orang asli sana yang pegang license,” ujar Indri.

“Tapi kita juga harus hati-hati. Untuk berpartner kita harus kenal. Kita tidak hanya menyerahkan, tapi juga mengkontrol. Apalagi beda negara. Itu tidak mudah. Sesama Asia saja seleranya sudah beda. Kapasitas mereka, pekerjaan juga beda. Misalnya, di Indonesia yang beli kebanyakan ibu rumah tangga, di Singapura justru wanita bekerja. Tentu kegunaannya berbeda. Untuk memulai yang baru dengan kultur yang baru, itu butuh riset. Kita harus punya banyak informasi dulu,” ujar Indri.

Jadi intinya, lanjut wanita yang tengah hamil besar ini, produk Allure harus disesuaikan disainnya, kegunaannya, materalnya. Termasuk dicocokkan dengan cuaca negara tersebut.

“Nah, termasuk yang jadi masalah adalah selera. Di Indonesia senang warnanya yang bright. Di Singapura justru suka yang simpel. Itu tantangan sendiri,” lanjut Indri.

Batik, kata Indri, adalah seni. Motif masih ada yang pakem dan klasik tapi ada kombinasi dengan motif modern. Garis lebih ke kontemporer tidak terlalu klasik. Alurre berusaha menampilkan sesuaitu yang up to date. Lebih anak muda dan bisa dipakai seharian dan tidak terlalu berat.

“Kita mencapai banyak lapisan. Batik kan terkesan dipakai orang-orang tua. Makanya kita punya Allure Kids dan couture colllection. Kita juga membuat. Gaun malam. Membuat untuk Miss Universe dan Putri Indonesia,” ujar Indri.

Indri berusaha memahami selera pasar saat ia harus berjualan.

“Urusan disain, saya lebih menyerahkan ke tim disainer. Berbeda untuk yang saya pakai, karena saya tahu apa yang saya mau. Berbeda pula dengan private client. Pembeli membuat batik sesuai orderan. Allure akan didisain khusus dari corak, warna dan model. Misalnya untuk kembaran keluarga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk acara open house. Disain batiknya kita buat. Tidak dijual, karena ini pesanan khusus. Juga waktu dipakai Kepala-kepala Negara saat pertemuan di Bali kemarin,” kata Indri, bangga.

Aien Hisyam

November 19, 2009 - Posted by | Profil Disainer, Profil Pengusaha

1 Comment »

  1. Saya Hery setiono Roedjito sangat apresiasi terhadap dunia bisnis D Indri yg sukses terutama di bidang seni kain batik….semg kapan2 kita bisa bekerja sama di bidang bisnis batik ini

    Comment by Hery Setiono Roedjito | August 13, 2013 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: