Aien Hisyam

– hidup adalah tempat belajar –

Dr. Muthia Bachrum

‘Aku Pribadi Kontroversial’

Rasa peduli membuat Thia pulang ke Indonesia. Ia tidak peduli disebut ‘pahlawan kesiangan’, karena 5 tahun kemudian, dia harus kembali ke Washington.

 

Lantas, apa yang dilakukan Thia selama di Indonesia ?

Wanita berkulit putih ini langsung tersenyum lebar. Mantap ia mengatakan bahwa ia ingin menyelamatkan bangsa indonesia dari hydroquinon.

“Banyak yang tidak paham bahayanya hydroquinon ini. Saya tergerak untuk mensosialisasikan dampaknya,” kata Thia.

Thia begitu percaya diri. Di Amerika -tempatnya menetap selama ini- Thia bergabung dalam tim riset khusus produk-produk kosmetik. Thia bahkan mendapat penghargaan Woman of the years dalam skin care research dari White House Washington D.C tahun 2007.

Bahaya Terselubung

Mengapa hydroquinon membuat Thia gundah ? Untuk menjelaskannya, Thia merasa perlu berbicara detail dan sangat hati-hati. Sesekali, ia meminta untuk tidak menyebut nama produk-produk kosmetik.

“Hydroquinon banyak dipakai didalam kandungan produk-produk pemutih untuk kulit,“ kata Thia yang dikenal sebagai dokter kulit serta ahli bedah estetis dan kosmetik yang dineal di Amerika dan Swiss.

Sejak tanggal 1 Januari 2008, pemerintah melalui BPOM telah melarang penggunaan hydroquinon dan merkuri pada kosmetik. Pemakaian yang berlebihan dalam krem pemutih, kata Thia, dapat menimbulkan flek pada kulit, alergi, iritasi kulit, hingga kerusakan permanen pada otak, ginjal, dan gangguan perkembangan janin.

“Bahkan si pemakai bisa muntah-muntah, diare, dan kerusakan paru-paru. Serta zat korsinegenik dapat menyebabkan kanker. Khusus pemakaian hydroquinon, akan bertambah bahayanya, yaitu menyebabkan kelainan pada ginjal (nephropathy), kanker darah (leukimia), dan kanker sel hati (hepatocelluler adenoma),“ jelas Thia.

“Saya selamatkan bangsa Indonesia ini dari hidrokinon. Efek sangat banyak,” sesaat Thia menghela nafas panjang. “Sampai sekarang, di supermarket banyak sekali  produk kosmetik dari Cina, Bangkok, dan banyak lagi, yang sangat berbahaya. Masyarakat kita, yang penting putih. Ada kasus atau tidak ada kasus.”

Belasan tahun bekerja sebagai peneliti di Eropa dan Amerika, Thia bermimpi, ia bisa mendirikan lembaga independen sebagai pusat riset untuk produk-produk kosmetik.

“Inilah perlunya lembaga independent yang bisa membuktikan bahwa produk tersebut terkontaminasi. Masyarakat harus pro aktif mencari lembaga yang peduli dengan ini. Saya rindu sekali punya lembaga seperti ini,“ ujar Thia, sungguh-sungguh.

Riset Dan Penghargaan

Puluhan tahun Thia bergelut dibidang kosmetik. Ia meraih beberapa gelar, diantaranya ; Dipl. United Kingdom of General Physician Antiaging Medicine (1979), Dipl. European of Esthetic Laser Sugery (1997), Dipl. European of Cosmetologie Dermatology (1998), Dipl. European Society of Anti Aging Medicine (1999), Dipl. American Board of Laser Micropigmentation (2000), Dipl. Euro-Russian Converderation of Societed (2000), Plastic Aesthetic Sugery and Aesthetic Cosmetic (2002), dan Dipl. AAAMS (America Association of Aesthetic Medicine) (2003).

Meski berbekal banyak ilmu, Thia justru memfokuskan pada anti aging atau masalah penuaan dini.

“Ini berkesinambungan dengan pekerjaan saya di riset. Saya melihat banyak wanita menggunakan produk yang salah untuk memperlambat penuaan,” kata pemilik Derma Pro Clinic Aesthetic Center.

Keadaan inilah yang membuat Thia bersemangat melakukan riset di Amerika dan Swiss untuk menemukan produk anti aging yang tidak berbahaya.

Kata Thia, produk-produk EvidermA diakui di seluruh Eropa dan Amerika sebagai produk anti aging yang paling aman. Thia bangga, kaena dialah yang menemukan formula tersebut. “Ini bakti nyata kepedulian saya akan kesehatan kulit masyakat. Juga keinginan saya untuk menyediakan produk perawatan kulit yang siap digunakan oleh setiap orang tanpa rasa kuatir dan memberikan hasil pasti,” ujar ibu tiga anak ini, bangga.

Peran besar Vitamin A dan C didalam proses formulasi produk perawtan kulit The EvitdermA telah membuat suatu terobosan dan memulai era baru didalam proses pengobatan kulit yang tercemar maupun terkena sinar matahari (UV-B).

Salah satu misi Thia datang ke Indonesia memang untuk mensosialisasikan penggunaan vitamin A dan C dengan dosis tinggi, dikombinasikan dengan anti-oksidant sebagai penangkal radikal bebas.

Riset inilah yang membuat Thia mendapat banyak penghargaan di banyak momen. Diantaranya, Indonesian Profesional and Educator Award (2005), Indonesian Creative and Innovative Award (2005), Indonesian Profesional Branding Award (2005), Golden Trophy Award (2005), International Profesional Award (2005), dan terakhir penghargaan dari Berkley University USA (2007).

“Jadi kesimpulannya kita back to nature. Sesuatu yang natural itu memang tidak instant. Tapi proses itu jangka panjangnya baik. Seperti tradisional itu baik keadaannya,” ujar Thia.

Lebih Tua Dari Usianya

Penuan Dini

Adalah bagaimana kita menahan laju penuaan dini. Tua itu tidak mungkin dihindari. Dan aku berhasil. Penuaan dini itu menyangkut flek, kerutan, kekendoran daripada jaringan kulit. Biasanya erat hubungan dengan pigmentasi, kekeringan kulit, kulit tidak terawat, wrinkle. Orang tampak lebih tua daripada usianya. Itu karena lifestyle mereka. Kulit kita masuk golongan kulit Melanesia. Kulit bewarna. Jadi rentan pada kanker. Ultraviolet atau matahari itu faktor pertama.

Produk-produk kosmetik di Indonesia…

Untuk menyebutkan nama-namnya tentu saja tidak etis. Tapi produk-produk di Indonesia dibedakan dengan produk-produk Eropa. Kita lebih ke arah cosmetofisical bukan ke aesthetic. Aku lebih senang ambil yang base on nya natural tapi tetap ada teknologinya. Karena kita tidak bisa dengan natural biasa-biasa saja. Untuk mensosialisasikan ini tidak mudah. Karena Melawan arus itu tidak gampang. Tetapi, kalau kami berhasil sampai tujuan, kami akan jadi pemenang. Dan itu berarti telah menyelamatkan banyak orang. Aku mencintai kebenaran.

Harapan dan mimpi…

Aku mencintai pengetahuan. Aku suka belajar. Aku orang idealis yang mencintai negaranya. Aku juga mencintai Amerika. Itulah yang membuat aku terus bertanya pada Tuhan. Apakah aku harus pulang ke Indonesia? Setiap orang punya harapan dan mimpi. Tapi jangan mendahulukan keinginan pribadi diatas kepentingan masyarakat. Saya belajar hidup untuk orang lain. Karena dengan saya belajar banyak, prestasi itu akan terus bertambah dan membawa aku ke puncak tertinggi.

Cita-cita membuat buku…

Banyak penerbit yang mau beli hak cipta dari saya. Tawaran terakhir 150 ribu US Dolar. Tapi sampai saat inisaya belum berani memutuskan. Saya masih ingin berusaha sendiri. Mengedukasi mereka dengan biaya sendiri. Berapapun habisanya. Tapi saya akan membuat buku-buku filosofi, kesehatan, dan edukasi.

Pribadi dalam diri…

Saya sering disebut pribadi yang konroversial. Karena saya mencintai kebenaran. Kita tidak bisa kompromi dalam tanda petik. Kita harus melayani masyarakat. Kebenaran harus kita utarakan. Kalau berbahaya, ya harus katakan itu berbahaya. Tahun 2009 ini saya harus pulang ke Washington untuk menikah lagi. Anak-anak saya yang sedang selesaikan S2 dan S3, akan pulang teruskan misi ini.

Filosofi Kasih Ibu

Mama, du wirst doch nicht um deinen jungen weinen.

Mama, bald wird das wieder uns vereinen

Ich werd es nie vergessen, was ich an dir hab besessen…

“Lagu ini mahadahsyat. Sangat inspiratif, selalu menuangkan semangat serta kebesaran kasih sayang mama,” ujar Muthia tentang lagu Mama milik penyanyi cilik Belanda, Heintje.

Thia ini memang sangat mengagumi sosok mama atau ibu. Baginya, keberhasilan sebagai pakar evitderma selalu menyelipkan inspirasi sosok ibu yang sangat berperan dalam hidupnya.

“Momentum itu bermakna khusus, mulai saya di Tanah Air melakukan pencapaian luar biasa hingga ketika didera keputusasaan. Perasaan terabaikan sampai kembali meraih sukses, semua tertuang dalam filosofi kasih ibu,” suaranya bersemangat.

Wanita berusia 50-an ini menuturkan, seusai belajar ilmu antiaging dari Eropa, ia tergoda memberikan langkah praktis cantik dan awet muda dalam sekejap. Namun, ia harus menebusnya dengan harga mahal. Bersamaan dengan kesibukan serta keberhasilannya menciptakan obat cantik tadi, ia harus kehilangan suami tercinta. “Suami tergoda perempuan lain. Ngotot minta kawin lagi, tapi tidak mau menceraikan saya. Hidup saya porak poranda dan nyaris kehilangan semua.”

Penyuka olahraga dan makanan serba sayur itu lalu menyadari bahwa kekukuhan kasih ibulah yang membuatnya bisa bangkit. Sang ibu memintanya bangun kembali menata hari esok. Dia pun meninggalkan langkah konyolnya membuat produk kecantikan berbahan salah dan menyesatkan. “Akhirnya saya bercerai dengan suami. Kami pisah baik-baik meski dia sudah menyiksa saya lahir-batin,” ujarnya penuh lega saat itu.

Muthia mengubur kepedihan dengan memperdalam kecantikan di Amerika dan Eropa. Selesai kuliah, penyuka renang dan jalan-jalan ini meniti karier sebagai peneliti dan tim dokter di Dermatology Cosmetology Aesthetic Clinic Beauty America Aesthetic, Amerika Serikat. Di klinik yang mayoritas diminati anggota Partai Republik ini namanya berkibar sebagai pakar kecantikan evitderma.

Evitderma mengandung vitamin A dan C yang dalam proses formulasi produk perawatannya bisa mengobati kulit yang tercemar. Di Amerika, evitderma sangat populer karena aman dan nyaman. Laura George Bush, Cameron Diaz, adalah contoh figur pengguna setia. Bahkan, kadar kanker yang diidap Laura G. Bush bisa berkurang.

Pernah tiga kali menikah tak membuatnya putus asa. “Saya percaya suatu saat ada jodoh terindah yang dipersiapkan Tuhan. Saya tetap berdoa dan berusaha,” ucapnya bijak.

Tentang kebijakan, dia berkaca ke kakek buyutnya, Wolter Monginsidi, seorang pahlawan dari Sulawesi Utara. “Saya mendapat kesahajaan sikap bijak beliau dari cerita almarhum kakek saya, dokter Paul Santo Monginsidi. Dalam hidup, jika menanam suatu kebaikan, akan memanen hasil yang sama,” ujar Muthia yang belakangan bergiat kemanusiaan di Papua. Anak kedua dari enam bersaudara ini memang bercita-cita menjadi dokter. “Dokter profesi mulia. Hidupnya menolong orang.”

Aien Hisyam

Advertisements

November 18, 2009 - Posted by | Profil Pakar Kecantikan, Profil Pengusaha

1 Comment »

  1. salam…mbak saya hendak membuat acara tentang keperempuanan indonesia, yang bertujuan ingin memberi motivasi pada perempuan indonesia yang lain.akan tetapi saya masih terkendala dengan data.bisa share tentang data perempuan hebat indonesia pada saya.terimakasih.
    kak sai

    Comment by kaksaikak sai | February 27, 2012 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: