Aien Hisyam

– hidup adalah tempat belajar –

Wulan Ayodya

Jiwa Pengusaha Sejak Kecil

Banyak aktifitas Wulan yang bersinggungan dengan Usaha Kecil Menengah. Maka, bukannya tanpa alasan ia pun dijuluki ‘ibu UKM Indonesia’.


Di pinggiran selatan kota Jakarta, Wulan membuka kursus pelatihan ketrampilan yang ia beri nama UKMKU. Tempat yang, kata Wulan, sederhana, namun telah mencetak banyak enterpreneurship di dunia wiraswasta.

Wulan Ayodya bukan nama baru di bidang UKM. Terjun di bidang ini pun sudah dilakukan Wulan sejak kecil, walaupun saat itu ia tidak tahu apa yang ia kerjakan disebut UKM.

Sejak Balita

“Kalau ditanya sejak kapan saya memulai usaha, jangan kaget kalau saya jawab sejak balita,“ sesaat senyum Wulan mengembang.

Wanita kelahiran Jakarta, 18 Desember 1973, ini beruntung dikarunai suara indah. Wulan kecil juga diberi talenta bermain dalang. Di tengah keluarga yang berkecukupan, bakat ini yang mendatangkan rejeki tersendiri buatnya. Ia kerap menyanyi dan bermain wayang ala dalang, di depan Eyang Putri dan keluarganya. Imbasnya, ia mendapatkan uang, yang kemudian dimasukkan dalam celengan.

Satu pelajaran berharga di usia yang sangat belia. Wulan jadi memahami transasi jual beli jasa. Ia bahkan merasa perlu menabung di banyak celengan, padahal saat itu Iunya tidak mengajarinya menabung.

Saat usia TK, ia mendapat pelajaran berharga dari Ayahnya, yaitu hidup mandiri. Ia hanya diantar Ayahnya sampai depan sekolah, dan tidak ditemani, layaknya anak-anak TK lainnya.

Pelajaran berharga terus ia dapati. Begitupun saat Wulan mulai bersekolah di SD. Keluarganya pindah rumah ke daerah Cirendu, dan hidup sederhana. Tiba-tiba masalah datang, Wulan pun harus dititipkan tinggal di rumah om-nya. Dua tahun Wulan tinggal bersama om-nya.

“Kelas 6 SD, aku kenal dengan Pak Jon, Tukang Kebun. Beliau pintar melukis dan banyak ketrampilan. Nah, saya cerita ke teman-teman. Kalau mereka minta dibuatkan ketrampilan, saya kasihkan ke Pak Jon. Dari Bapak ini saya dapat uang beberapa ratus,” kenang Wulan, tersenyum.

Wulan semakin bersemangat mencari uang. Meski usia masih belia, Wulan pernah menjadi model saudaranya yang punya salon, pernah juga menjadi model baju sebuah majalah yang dilakukan satu atau dua kali sebulan. “Pernah juga loh jadi juara harapan II Lomba Model Pengantin Asia Pasific,” cerita Wulan, senang.

Di sela-sela kesibukan dan kegiatan sekolah, Wulan masih bisa membantu memasarkan kue hasil buatan ibunya. Ia jusru mengajari ibunya hitung-hitungan untuk meraih keuntungan saat jualan dan berbelanja.

Jualan Berkembang

Saat kelas 1 SMA, naluri bisnis Wulan kian tergugah. Banyaknya pengalaman, membuat Wulan semakin bersemangat membaca peluang. Salah satu usaha yang ia tekuni adalah membuka usaha parsel. Awal tahun 90an, belum banyak yang berbisnis parsel.

Wulan mulai menjalankan bisnis dengan profesional. Dari modal 3 juta yang ia dapat dari parsel, Wulan mulai berdagang pakaian untuk dijual secara kredit pada ibu-ibu.

“Saya mulai belajar memahami selera pasar. Dari seringnya gaul sama ibu-ibu, saya jadi tahu benar selera mode mereka. Kebetulan sekali saya juga punya selera. Misalnya bajunya harga 5 ribu, tapi baju itu berselera tinggi, nah saya bisa jual dengan harga tinggi. Ternyata dugaan saya benar. Ibu-ibu suka dan mau beli,“ cerita Wulan, senang.

Wulan tak hanya berbisnis, ia juga bekerja sebagai stand guide di sejumlah pameran. “Yang penting, ada pemasukan. Dan halal,” tambah wanita ini penuh semangat. Hasil yang ia perolah cukup beragam. Mulai dari Rp.35 ribu hingga Rp.100 ribu per lima jam. Bahkan di masa itu, Wulan pernah mendapatkan honor Rp.300 ribu.

Bisnis Wulan berkembag pesat. Ia mulai bisa menyicil satu toko seluas 3X4 meter secara over kredit. “Ada hikmahnya juga. Saya belajar dari teman saya yang bangkrut ini, kenapa dia bisa merugi. Saya juga bisa merekrut 3 karyawan. Bahkan, saya tidak hanya mengambail barang dari satu tempat. Selain Mangga Dua, saya juga ambil di Pasar Uler hingga Tanjung Priok. Kalau ada kesempatan, saya akan menambah produk dari Singapura dan Hongkong,” terang Wulan.

Kegagalan Beruntun

Tidak melulu Wulan berhasil. Ia juga pernah mengalami kegagalan. Saat berbisnis  seragam sekolah ia dibohongi temannya, hingga ia mengalami  kerugian besar.

Pelan-pelan Wulan merangkak dari bawah lagi untuk berbisnis. Selain mengembangkan tokonya, Wulan membuka usaha sewa motor dan mobil.  Lagi-lagi usaha ini mengalami pasang surut. Di bulan ketiga, ia mulai merugi.Bahkan ia sering mendapat komplain juga tuduhan motor curian. “Kasusnya jadi rumit dan melibatkan kepolisian,“ kenang Wulan, sedih.

Pantang menyerah, Wulan merambah bisnis Rumah Makan. Sambil tersenyum, Wulan mengatakan bahwa dirinya senang melanjutkan usaha teman-temannya yang sedang bangkrut. Ia ambil ahli restoran temannya yang sudah gulung tikar.

Wulan membuat menejemen baru, menyingkirkan karywan yang tidak efektif, dan merubah menu. Kalau awalnya disubsidi, tiga bulan kemudian, rumah makan sudah menuai keuntungan lumayan. Wulan juga mengadakan katering, untung membesarkan usahanya. Sayangnya banjir di kota Jakarta merendam Rumah Makannya hingga 1 meter. Ia pun mengalami kerugian besar.

Wulan mencoba peluang baru, yaitu berbisnis tenda.

“Tenda itu sangat dibutuhkan. Saat hajatan, khitanan, perkawinan sampai launching produk,“ ujar Wulan.

Kini usaha penyewaan tenda berkembang pesat. Wulan juga mulai berani menginvestasikan uangnya untuk membuka Pom Bensin di daerah Temanggung, juga bergabung dengan beberapa saudara menjalankan bisnis bis wisata. Saat ini Bis yang berlabel ‘Ayodya’ sudah berjumlah 9 armada, dengan menempati garasi di Imogiri, Yogyakarta.

“Kalau mau disebutkan diluar semua kisah itu, saya juga pernah bisnis kurir dan kantin. Tapi merugi,“ sesaat Wulan tersenyum. “Semua ini adalah pengalaman yang sangat berharga.“

Di rumahnya yang asri di kawasan Cirendeu, Wulan kita berprofesi sebagai pengajar, untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Ia juga membuat banyak buku tentang berbisnis UKM.

“Aku merasakan, Tuhan memberiku jalan hidup terindah dengan mengenal dunia tulis menuli dan mengajar. Kadang kita merasa kesal pada hal-hal yang terjadi pada hidup kita, ternyata kekesalan tersebut merupakan rencana-Nya yang menjadi indah di kemudian hari,” kata Wulan, bijak.

Aien Hisyam

November 17, 2009 - Posted by | Profil Pengusaha

2 Comments »

  1. Assalamu’alaikum wr.wb. sebagai bentuk rasa bangga saya ucapakan selamat atas karir yang ana raih, dulu di PENDAPA kita satu perjuangan dalam dunia kepenulisan semoga karir anda tetap sukses doaku menyertaimu “SRI INAYATI HISYAM” Wasslamu’alaikum wr.wb.
    Sip. Dedi Sugiarto (eks.ketua Senat)mobile 08815731679

    Comment by dedi | April 7, 2010 | Reply

  2. Hai Deddiiiiii…
    ingat banget aku sama kamu…
    sekarang dimana ???…
    punya FB kah ????

    Comment by aien1974 | April 12, 2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: